Home > Studi hadits > Definisi Hadist Dhaif

Definisi Hadist Dhaif


  • Definisi Hadist Dhaif

Pengertian hadits dhaif Secara bahasa, hadits dhaif berarti hadits yang lemah.[1] Para ulama memiliki dugaan kecil bahwa hadits tersebut berasal dari Rasulullah SAW. Dugaan kuat mereka hadits tersebut tidak berasal dari Rasulullah SAW. Adapun para ulama memberikan batasan bagi hadits dhaif sebagai berikut : “ Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memuat / menghimpun sifat-sifat hadits shahih, dan tidak pula menghimpun sifat-sifat hadits hasan”.

  • Macam-macam hadits dhaif

Hadist dhaif dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu : hadits dhaif karena gugurnya rawi dalam sanadnya, dan hadits dhaif karena adanya cacat pada rawi atau matan.

a. Hadits dhaif karena gugurnya rawi

Yang dimaksud dengan gugurnya rawi adalah tidak adanya satu atau beberapa rawi, yang seharusnya ada dalam suatu sanad, baik pada permulaan sanad, maupun pada pertengahan atau akhirnya. Ada beberapa nama bagi hadits dhaif yang disebabkan karena gugurnya rawi, antara lain yaitu :

1)      Hadits Mursal

Hadits mursal menurut bahasa, berarti hadits yang terlepas. Manurut istilah adalah hadits yang gugur rawi dari sanadnya setelah tabiin,baik tabiin besar maupun kecil,seperti bila seorang tabiin mengatakan “Rasulullah SAW bersabda bagini atau berbuat seperti ini”[2]. Jadi, hadits mursal adalah hadits yang dalam sanadnya tidak menyebutkan sahabat Nabi, sebagai rawi yang seharusnya menerima langsung dari Rasulullah.

Contoh hadits mursal :

?????????? ??????? ???? ?????? ???? ?????? ??????? ???? ????? ?????? ???? ????? ????? ??? ?????????? ??????? ???????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????????? ???? ?????? ???? ??? ??????? ?????????? ?????? ???????

Artinya :

“ Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Abdullah bin Abu Bakr bin Hazm bahwa di antara isi surat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang beliau tulis untuk ‘Amru bin Hazm adalah: “Tidak ada yang boleh menyentuh al Qur’an kecuali yang telah bersuci.”

Abdullah bin Abu Bakr adalah seorang tabi’iy, sedang seorang tabi’iy tidak semasa dan tidak bertemu dengan Rasulullah SAW, Jadi semestinya Abdullah menerima riwayat itu dari orang lain atau shahaby. Karena ia tidak menyebut nama shahaby atau orang yang mengkhabarkan kepadanya itu, tetapi ia langsungkan kepada Rasulullah SAW, maka seperti ini dinamakan hadits mursal.

Kebanyakan Ulama memandang hadits mursal ini sebagai hadits dhaif, karena itu tidak bisa diterima sebagai hujjah atau landasan dalam beramal. Namun, sebagian kecil ulama termasuk Abu Hanifah, Malik bin Anas, dan Ahmad bin Hanbal, dapat menerima hadits mursal menjadi hujjah asalkan para rawi bersifat adil.

2)      Hadits Munqathi’

Hadits munqathi’ menurut etimologi ialah hadits yang terputus. Para ulama memberi batasan bahwa hadits munqathi’ adalah hadits yang gugur satu atau dua orang rawi sebelum sahabat di suatu tempat,atau gugur pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut turut[3]

contoh hadits munqathi’ :

Artinya :

??? ?????? ?? ?????? ?? ??? ????? ?? ??? ?? ???? ?? ????? ???????: ” ?? ???????? ??? ??? ???? ???? ” ? ??????

“Dari Abdur Razzaq: dari At Tsauri: dari Abu Ishaq: dari Zaid bin Yatsi’: dari Hudzaifah, secara marfu’: ‘Kalau kalian menjadikan Abu Bakar sebagai pemimpin, sungguh dia itu kuat dan terpercaya‘” (Al Hadits)

Ibnu Shalah menjelaskan: “Dalam hadits terputus sanadnya pada 2 tempat. Pertama, Abdur Razzaq tidak mendengar dari At Tsauri. Yang benar, Abdur Razzaq meriwayatkan dari Nu’man bin Abi Syaibah Al Janadi dari Ats Tauri. Kedua, Ats Tsauri tidak mendengar dari Abu Ishaq. Yang benar, Ats Tsauri mendengar dari Syuraik dari Abu Ishaq”

3)      Hadits Mu’dhal

Menurut bahasa, hadits mu’dhal adalah hadits yang sulit dipahami. Batasan yang diberikan para ulama bahwa hadits mu’dhal adalah hadits yang gugur dua orang rawinya, atau lebih, secara beriringan dalam sanadnya.

Contohnya adalah hadits Imam Malik mengenai hak hamba, dalam kitabnya “Al-Muwatha” yang berbunyi : Imam Malik berkata : Telah sampai kepadaku, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda :

????????????? ????????? ???????????? ???????? ???? ????????? ???? ????????? ???? ??? ???????

Artinya : Budak itu harus diberi makanan dan pakaian dengan baik.

Di dalam kitab Imam Malik tersebut, tidak memaparkan dua orang rawi yang beriringan antara dia dengan Abu Hurairah. Kedua rawi yang gugur itu dapat diketahui melalui riwayat Imam Malik di luar kitab Al-Muwatha. Imam Malik meriwayatkan hadits yang sama : Dari Muhammad bin Ajlan , dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah. Dua rawi yang gugur adalah Muhammad bin Ajlan dan ayahnya.

4)      Hadits mu’allaq

Menurut bahasa, hadits mu’allaq berarti hadits yang tergantung. Batasan para ulama tentang hadits ini ialah hadits yang gugur satu rawi atau lebih di awal sanad atau bisa juga bila semua rawinya digugurkan ( tidak disebutkan ).

Contoh :

????? ????? ?????? ?????? ?????? ???? ????????? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ???? ?????? ?????? ??????????? ????????? ????????  ????? ??????? ???? ??????? ??? ??????????

Abu Isa (Tirmidzi) berkata; “Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa shalat dua puluh rakaat setelah maghrib, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.”

Tirmidzi tidak bertemu dan tidak sezaman dengan ‘Aisyah. Jadi tentu diantara keduanya terdapat beberapa orang rawi lagi. Karena tidak disebut rawi-rawinya ini, maka dinamakan ia gugur, seolah-olah Hadits ini tergantung. Karena itulah dinamakan Mu’allaq. Setiap hadits mu’allaq di kelompokan dalam hadits dha’if. Akan tetapi, bila sanad yang dihilangkan itu disebutkan dalam riwayat lain oleh penulis kitab, maka ia tidak menjadi dhaif.

b. Hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi

Banyak macam cacat yang dapat menimpa rawi ataupun matan. Seperti pendusta, fasiq, tidak dikenal, dan berbuat bid’ah yang masing-masing dapat menghilangkan sifat adil pada rawi. Sering keliru, banyak waham, hafalan yang buruk, atau lalai dalam mengusahakan hafalannya, dan menyalahi rawi-rawi yang dipercaya. Ini dapat menghilangkan sifat dhabith pada perawi. Adapun cacat pada matan, misalkan terdapat sisipan di tengah-tengah lafadz hadits atau diputarbalikkan sehingga memberi pengertian yang berbeda dari maksud lafadz yang sebenarnya.

Contoh-contoh hadits dhaif karena cacat pada matan atau rawi :

1)      Hadits Maudhu’

Menurut bahasa, hadits ini memiliki pengertian hadits palsu atau dibuat-buat. Para ulama memberikan batasan bahwa hadis maudhu’ ialah hadits yang bukan berasal dari Rasulullah SAW. Akan tetapi disandarkan kepada dirinya. Golongan-golongan pembuat hadits palsu yakni musuh-musuh Islam dan tersebar pada abad-abad permulaan sejarah umat Islam, yakni kaum yahudi dan nashrani, orang-orang munafik, zindiq, atau sangat fanatic terhadap golongan politiknya, mazhabnya, atau kebangsaannya .

Hadits maudhu’ merupakan seburuk-buruk hadits dhaif. Peringatan Rasulullah SAW terhadap orang yang berdusta dengan hadits dhaif serta menjadikan Rasul SAW sebagai sandarannya.

?? ????? ???? ??? ???? ?? ? ?? ?????? ?? ?????? ????? ?? ??????

“Barangsiapa yang sengaja berdusta terhadap diriku, maka hendaklah ia menduduki tempat duduknya dalam neraka”.

Demikianlah sedikit uraian mengenai hadits maudhu’. Masih banyak hadits-hadits lainnya yang sengaja dibuat oleh pihak kufar. Sedikit sejarah, berdasarkan pengakuan dari mereka yang memalsukan, seperti Maisarah bin Abdi Rabbin Al-Farisi, misalnya, ia mengaku telah membuat beberapa hadits tentang keutamaan Al-Qur’an dan 70 buah hadits tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib. Abdul Karim, seorang zindiq, sebelum dihukum pancung ia telah memalsukan hadits dan mengatakan : “aku telah membuat 3000 hadits; aku halalkan barang yang haram dan aku haramkan barang yang halal”.

2)      Hadits matruk atau hadits mathruh

Hadits ini, menurut bahasa berarti hadits yang ditinggalkan / dibuang. Para ulama memberikan batasan bahwa hadits matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh orang-orang yang pernah dituduh berdusta dalam buku lain definisi hadits matruk adalah hadits yang pada sanadnya ada seorang rawi yang tertiduh Dusta[4]

Contoh hadits matruk : Hadits ‘Amr bin Syamir al-Ju’fi Al-Kufi asy-Syi’i dari Jabir dari Abu at-Thufail dari ‘Ali dan ‘Ammar bahwa mereka berdua berkata :
??? ????? ??? ???? ???? ? ??? ???? ?? ????? ????? ??? ???? ?? ???? ?????? ????? ???? ????? ??? ???? ???????

Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam selalu membaca qunut pada shalat fajar, bertakbir pada hari Arafah dari semenjak shalat shubuh dan berhenti pada waktu shalat ashar di terakhir dari hari tasyrik”

Imam Nasa’i, Daruquthni dan yang lainnya mengatakan tentang‘Amr bin Syamir bahwa dia adalah Matrukul Hadits (Haditsnya ditinggalkan dan tidak dipakai)

3)      Hadits Munkar

Hadist munkar, secara bahasa berarti hadits yang diingkari atau tidak dikenal. Batasan yang diberikan para ‘ulama bahwa hadits munkar ialah hadits yang pada sanad nya terdapat rawi yang jelek kesalahannya / tampak kefasikannya[5],

contoh :

?????????? ???????? ???? ?????? ????????????? ???? ?????????? ???? ????? ????????? ????????????? ???? ??????? ???? ?????? ???????? ???? ???????? ???? ?????? ???? ??????????? ????? ?????? ??????? ?????: ????? ??????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ????? ?????? ???????? ??? ?????????? ???? ???????????? ?????? ???????? ??????? ????????

Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Isa al-Juhani, dari Handhalah bin Abu Sufyan al-Juhami, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata; Rasulullah saw apabila mengangkat kedua tangannya dalam berdo’a, tidak menurunkannya sehingga mengusap wajah beliau dengan kedua tangannya.

Setelah mengeluarkan hadis ini at-Tirmidzi berkata, “Ini hadis gharib, aku tidak menjumpainya kecuali dari jalan Hammad bin Isa, dan ia meriwayatkannya seorang diri”

Hammad bin Isa adalah dla’if hadisnya, Abu Hatim berkata, “Dia dla’if”. Abu Dawud berkata, “Dia dla’if, dan ia meriwayatkan hadis-hadis munkar”. Al-Hakim dan an-Nuqasy berkata, “Dia meriwayatkan hadis-hadis maudlu’ dari Ibnu Juraij dan Ja’far ash-Shadiq”

4)      Hadits Mu’allal

Menurut bahasa, hadits mu’allal berarti hadits yang terkena illat . Para ulama memberi batasan bahwa hadits ini adalah hadits yang mengandung sebab-sebab tersembunyi , dan illat yang menjatuhkan itu bisa terdapat pada sanad, matan, ataupun keduanya. Contoh :

???? ????????? ?????? ?? ???? ?? ????? ?? ??? ??? ?? ????? ??? ???? ???? ???? ???: ??????? ??????? ?? ?? ??????.

Rasulullah bersabda, “penjual dan pembeli boleh berkhiyar, selama mereka belum berpisah”.

Hadits di atas diriwayatkan oleh Ya’la bin Ubaid dengan bersanad pada Sufyan Ats-Tsauri, dari ‘Amru bin Dinar, dan selanjutnya dari Ibnu umar. Matan hadits ini sebenarnya shahih, namun setelah diteliti dengan seksama, sanadnya memiliki illat. Yang seharusnya dari Abdullah bin Dinar menjadi ‘Amru bin Dinar.

5)      Hadits mudraj

Hadist ini memiliki pengertian hadits yang dimasuki sisipan, yang sebenarnya bukan bagian dari hadits itu. Contoh :

?? ???? ????? ?????? ??? ???? ???????

Barangsiapa yang banyak shalatnya di malam hari maka baiklah wajahnya di siang hari”

Asal dari kisah tersebut adalah bahwa Tsabit bin Musa datang kepada Syarik bin Abdullah al-Qadhi yang sedang mendikte hadits. Dia berkata : “A’masy telah menceritakan kepada kami dari Abu Sufyan dari Jabir, beliau berkata : Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :…, Syarikpun diam agar haditsnya ditulis. Pada waktu dia melihat Tsabit diapun berkata : “Barangsiapa yang banyak shalatnya di malam hari maka baiklah wajahnya di siang hari”. Yang ia maksudkan adalah Tsabit karena kezuhudan dan kewaraannya. Namun Tsabit mengira bahwa perkataan itu adalah matan dari sanad tadi, maka iapun meriwayatkan hadits tersebut sesuai dengan yang ia dengar.
Wallahu A’lam

.6)      Hadits Maqlub

Menurut bahasa, berarti hadits yang diputarbalikkan. Para ulama menerangkan bahwa terjadi pemutarbalikkan pada matannya atau pada nama rawi dalam sanadnya atau penukaran suatu sanad untuk matan yang lain.

Contoh :

tukar-menukar yang terjadi pada matan, ialah hadits Muslim dari Abu Hurairah r.a.:

???????? ??????????? ?????????? ?????? ??? ???????? ?????????? ??? ?????????????????…

“…dan seseorang bersedekah dengan suatu sedekah yang disembunyikan, hingga tangan kanannya tak mengetahui apa-apa yang telah dibelanjakan eloh tangan kirinya.”
Hadits ini terjadi pemutar balikkan dengan hadits riwayat Bukhari atau riwayat Muslim sendiri, pada tempat lain yang berbunyi:

??? ???????? ????????? ??? ???????? ??????????
“Hingga tangan kirinya tak mengetahui apa-apa yang dibelanjakan

 7) Hadits Syadz

Secara bahasa, hadits ini berarti hadits ayng ganjil. Batasan yang diberikan para ulama, hadits syadz adalah hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang dipercaya, tapi hadits itu berlainan dengan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah rawi yang juga dipercaya. Haditsnya mengandung keganjilan dibandingkan dengan hadits-hadits lain yang kuat. Keganjilan itu bisa pada sanad, pada matan, ataupun keduanya.

Contoh :

Hadis dari rawi yang dlabith bertentangan dengan rawi yang lebih dlabith daripadanya dalam hal matannya.

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam kitab Sunan (92337) dengan jalan sebagai berikut;

?????????? ???????? ?????????? ????????? ???? ????????? ???? ???????? ???? ??????? ??????? ?????? ?????? ???????? ????????? ????? ????? ??????? ????????? ????????????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ?????????? ???????? ??????????

Hammam bin Yahya berkata, Telah menceritakan kepadaku Qatadah, dari al-Hasan, dari samurah dari Rasulullah saw, beliau bersabda, “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ketujuh, kemudian dicukur rambut kepalanya

Abu Dawud berkata Hamam berselisih dalam hal ini, dan bdia meragukan riwayat dari Hammam. Mereka mengatakan “Yusamma” (diberi nama) sedangkan Hammam mengatakannya “Yudamma”.

Hammam, meskipun muridnya Qatadah, tetapi bukanlah termasuk murid pada generasi pertama, tetapi ia seorang murid yang mengandung keraguan dalam meriwayatkan hadis dari Qatadah, meskipun dia siqah. Banyak murid Qatadah yang lainnya dan yang lebih dhabith dari Hammam meriwayatkan hadis yang berebeda dari hadis yang diriwayatkannya. Para rawi itu menggunakan kata ‘Yusamma’. Di antara mereka adalah Sa’id bin Urwah (yang merupakan murid Qatadah yang paling kuat) dan Aban bin yazid al-’Athar. Dengan demikian, hadis yang diriwayatkan oleh Hammam dengan lafadz seperti ini adalah syadz. Yang shahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh jama’ah.

 


[1] Endang soetari.ilmu hadits kajian riwayah dan dirayah.Bandung:mimbar pustaka.2005 hlm 141.

[2] Muhammad ‘Ajjaj Al-khatib. Ushulul Al-Hadits ‘.Ulumuhu wa mustahaluhu. Kairo: Dar Al-Fikr. 1989 hlm 277

[3] Rahman ,fatchur.Ikhtisat Musthalah Alhadits.Bandung: Al-maarif.1974.hlm218

[4] Mahmud Ath-tahhan. Taisir musththalah Al-Hadits hlm.19

[5] Ibid. hlm. 80

Categories: Studi hadits Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: